Tolerance atau Tasamuh ?

7:40:00 AM
foto diambil dari www.fkptdiy.com
Akhir-akhir ini kaum muslimin melakukan sesuatu atas nama toleransi, sehingga toleransi menjadi tren dalam kajian keislaman. Istilah toleransi dalam agama islam disebut "Tasamuh" dalam bahas inggris disebut Tolerance dari dua istilah tersebut dapat diartikan bahwa toleransi yaitu meberikan kebebasan  atau membolehkan dan bersabar dalam menghadapinya. maka dari itu jika digabungkan antara Tasamuh dan Tolerance memiliki arti dasar yaitu sikap lapang dada terhadap prinsip orang atau kelompok lain tanpa mengorbankan prinsip sendiri.

Bicara masalah toleransi tentu hubungannya dengan manusia adalah mahluk yang fitrah beragama dan sosial. oleh sebab itu pada pembahasan ini toleransi difokuskan pada dua kategori yaitu manusia sebagai mahluk beragama dan bersosial.

Toleransi dalam Agama 
Objek dari toleransi beragama adalah manusia dan keyakinan, karena keyakinan terhadap agama dapat melahirkan norma-norma. Norma memiliki suatu kebenaran yang tidak dapat diganggu goleh siapapun, sekalipun norma itu bertentangan dengan logika dan rasiolitas manusia. Dan apa aja yang datang dari keyakinan (agama) maka kebenarannya bersifat mutlak, dan kebenaran tersebut harus disosialisasikan pada orang atau kelompok lain, supaya mereka memahami dan tidak tersesat, karena keyakinan diatas keyakinan yang lain adalah kesalahan. 

Agama sebagai salah satu institusi yang berhubungan dengan keyakinan dan sangat rentan terhadap intoleransi. maka dari itu setiap penganut agama merasa dirinya berkewajiban untuk mensyi'arkan agamanya kepada seluruh manusia, bahkan keyakinan yang dianutnya paling benar dan menganggap orang lain salah, sehingga menimbulkan ketidakharmonisan antar pemeluk agama bahkan antar intern agama itu sendiri, disebabkan oleh perbedaan aliran, madzhab.

foto diambil dari www.slidshare.net
Dan perlu disadari oelh kaum muslimin bahwa masalah toleransi agama bukanlah masalah baru di dunia ini, tapi sudah menjadi suatu masalah sejak awal perkembangan agama islam. Padahal pada masa Nabi Muhammad SAW kesatuan umat dapat diwujudkan bahkan saling tolong menolong, bahu membahu antara satu dengan lainnya antara umat beragama. Begitu agama berkembang  dan pemeluknya semakin banyak , maka semakin komplek permasalahannya (mudah terpecah, di adu domba, berbeda bahkan menjadi beberapa kelompok) dan ironinya masing-masing kelompok merasa bangga dan paling benar  serta sesuai dengan kehendak pembawanya (Rasulullah SAW) dan hal ini termasuk sunnatullah, sebagaimana firman ALLAH SWT
"yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka, menjadi beberapa golongan, tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka" (QS. Ar-Ruum; 30:32).
Demikian juga dengan toleransi, terjadi tidak hanya pada kelompok agama, tapi juga intern suatu penganut agama. Toleransi intern umat beragam, khususnya kalangan  umat islam.


TOLERANSI DALAM MU'AMALAH (SOSIAL) 
Mu'amalah dalam islam merupakan hal yang berkaitan dengan kebaikan hidup bersama didunia ini, yang kemudian disebut toleransi sosial. Islam mengajarkan kepada pemeluknya, bahwa toleransi kemasyarakatan mengangkut hubungan kebaikan antar manusia (tanpa memandang) apa agamanya. Hal ini difirmankan ALLAH SWT ," ALLAH tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kamu, karena agama dan tidak pula mengusir kamu kamu dari negerimu, sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang berlaku adil" (QS. Mumtahanah;60:8).

Di samping itu manusia dalam perspektif islam, merupakan wakil ALLAH dimuka bumi ini dan memiliki kebebasan dalam memilih, menentukan  dan memutuskan sesuai hati nuraninya. Sebagaimana firman ALLAH dalam surat Al-Kahfi;18:29. jadi toleransi dalam pembahasan ini lebih merupakan karunia ALLAH yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW disetiap tempat dan waktu dari sinilah dapat mengubah konfrontasi  dan saling mengutuk antar agama menjadi kerjasama dalam melakukan kemaslahatan umat dengan tidak mengabaikan apalagi mengorbankan aqidah dan ibadah. dan Toleransi akan berfungsi untuk menumbuhkan sikap optimisme dalam menjaga keseimbangan, kebersamaan dan ketidakharmonisan dalam hubungan yang bersifat duniawi. Wallahu A'lam bish-Shawaab.

Sumber : Uswatun Hasanah


Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔